Kareku Kandei

// // Leave a Comment
Rantok (antan) dan alu yang semula hanya alat penumbuk padi, ketan, dan lainnya berkembang menjadi seni pertunjukan. Ia lahir dari tradisi gotong royong warga yang membantu meringankan pekerjaan sebuah keluarga yang mengadakan pesta pernikahan ataupun khitanan. Budaya ini juga masih diperdendandangkan di daerah Bima dan Dompu dengan sebutan "KAREKU KANDEI" .

Kesenian Rantok (mirip kareko kandai di Dompu dan Bima) adalah antan yang dipukul dengan lesung secara ritmis sehingga menimbulkan bunyi seperti gamelan. Para pemain yang berjumlah 10 orang memukul bagian pinggir rantok, yang dua di antaranya bertugas sebagai dirigen atau pemugah.  


Source: Kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berikan Saran dan Kritik yang membangun